Kamis, 31 Desember 2015

Keuntungan Jika Pemuda Sebagai Penggerak Dakwah

# Keuntungan Jika Pemuda Sebagai Penggerak Dakwah
Alhamdulillah jika anda mampu menggerakkan para pemuda untuk dakwah, atau anda pemuda yang bisa menggerakkan pemuda lainnya untuk berdakwah, Misalnya dakwah para mahasiswa sekitar kampus atau para siswa SMA dan SMP
Berikut beberapa keuntungan jika pemuda sebagai penggerak dakwah:
1. Umumnya dakwah bersifat sukarela dan insyaAllah mengharap wajah Allah.
Para pemuda yang belum punya tanggungan anak-istri jika bergerak untuk dakwah secara sukarela mungkin bisa dan tidak menuntut banyak (paling banter ganti uang bensin)
berbeda dengan yang sudah berkeluarga jika diminta banyak berkorban waktu dan tenaga untuk suatu program, meskipun mereka tidak meminta (insyaAllah mereka Ikhlas) tetapi perlu dipertimbangkan semacam "mukafaah" khusus walaupun tidak banyak karena mereka wajib memberikan nafkah
Hal ini cukup bermanfaat bagi yang punya program dakwah tapi minim dana atau masih merintis
2. Pemuda/mahasiswa umumnya masih energik dan bisa bergerak cepat (misalnya tidak ada amanah istri dan anak nunggu di rumah karena mereka juga ada haknya)
Pengalaman kalau ajak rapat dan koordinasi yang masih muda bisa segera cepat berkumpul.
3. Pemuda lebih mudah menjadi eksekutor suatu program dakwah
karena untuk suatu program sukarela berlaku:
"Semua program bagus asalkan ada eksekutornya"
"Eksekutor lebih dibutuhkan daripada konseptor"
Kalau tidak sukarela dan mereka digaji mungkin lebih tidak menjadi masalah dan mereka yang digaji bisa menjadi eksekutor
4. Pemuda lebih memiliki ide-ide kreatif dan mereka memang fase-fase sedang mencari jati diri sehingga sangat baik untuk pengembangan dakwah.
ide dan program akan sejalan dengan perkembangan terbaru.
Semoga kita dan anda bisa menggerakkan dakwah pemuda di daerah kita atau kita sebagai pemuda bisa bergerak untuk dakwah, menyusun program dakwah dan kemanusiaan yang bermanfaat bagi manusia dan orang banyak.
Demikianlah, karenanya Islam sangat perhatian terhadap pemuda. Karenanya masa muda adalah salah satu yang ditanya dan dipertanggung jawabkan dihari kiamat.
yang akan ditanya, yaitu UMUR, MASA MUDA, ilmu dan harta (dari mana dan untuk apa).
PADAHAL MASA MUDA TERMASUK DI DALAM UMUR, akan tetapi masa mudah tetap dipertanggungjawabkan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang MASA MUDANYA dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” ( HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946)
Demikian semoga bermanfaat
@Wisma KAGAMA UGM, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
http://muslimafiyah.com/keuntungan-jika-pemuda-sebagai-peng…

Nasehat untuk yang dilanda mabuk Cinta

* Nasehat untuk yang dilanda mabuk Cinta *
Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى.
CINTA YANG HARAM SEPERTI AIR ASIN, BERAPAPUN BANYAK ENGKAU MEMINUMNYA, TIADA DAPAT MELEPASKAN DAHAGAMU, BAHKAN IA MENAMBAHMU RASA HAUS/KERING SEMAKIN MENJADI
Obat kasmaran adalah menikahinya. Bila tak mampu maka berpuasa..
Bila ia tidak mungkin engkau raih dalam waktu dekat sekali maka tinggalkanlah..
Karena berlarut larut didalamnya akan merusak hatimu seperti air garam yang engkau minum tak dapat mengobati tenggorokanmu yang kering.
Engkau akan dilanda sakit dan sakit yang mengerogoti akhiratmu..
Disaat sholatmu engkau ingat dia..
Diwaktu tidurmu engkau ingat dia..
Diwaktu dzikirmu engkau ingat dia..
Di waktu belajarmu engkau ingat dia..
Bagi para pelajar akan berkurang prestasimu..karena engkau selalu kehausan yang tak bertepi dilautan asmara haram..
Ia asmara yang belum saatnya..
Renungkanlah..
Semoga hatimu suci dari kecintaan yang haram kepada makhluq karena ia akan menggeser kecintaan kepada Allah ta’ala

Kata-Kata Indah dan Romantis Bisa Jadi Sihir

# Kata-Kata Indah Dan Romantis Bisa Jadi Sihir, Wanita Jangan Terperdaya
Semua juga sudah tahu kalau wanita lemah dengan kata-kata yang romantis, kata-kata yang menyentuh, sajak puitis dan sebagainya. Bisa jadi sihir itu adalah kata-kata yang manis, janji romantis padahal buaya plus ember. tidak heran karena kata-kata memang seperti itu bisa menyihir
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من البيان سحراً
“Sesungguhnya sebagian dari Al-bayan (susunan kata-kata yang indah) adalah sihir”.[HR. Bukhari]
Mengenai hadits ini, ulama menjelaskan bahwa kata-kata berlebihan atau terlalu memaksakan puitis dan bersajak tidak baik. Setiap berkata dan mengungkapkan memaksakan unutk bersajak dan berpuitis. Akan tetapi justru ini yang disukai oleh kebanyakan wanita akhirnya bisa “klepek-klepek”.
Dalam hadits dijelaskan sebagian dari AL-Bayan (berarti tidak semua tercela) bisa seperti sihir. Maksudnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Maidani rahimahullah,
ومعنى السحر: إظهارُ الباطل في صورة الحق
“Makna sihir adalah menampakkan kebatilan dalam bentuk kebenaran (niat buruk tapi terlihat baik).”[Sumber: http://www.alukah.net/sharia/0/9323/#ixzz3JyozE1Rt]
Termasuk kandungan hadits ini, agar tidak terlalu berlebihan dalam berkata-kata, terlalu puitis dan terlalu memaksakan romantis. Akan tetapi sekali lagi, umumnya para wanita suka hal ini.
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,
عليه فإنه ينبغي للمسلم أن يتكلم بالكلام المتوسط المعتاد والذي يفهمه السامع ويحصل به المقصود ويكره التقعر في الكلام
“Sebaiknya seorang muslim menggunakan kata-kata pertengahan dan biasa saja agar mudah dipahami oleh pendengar dan tercapai maksud dan menghindari terlalu memaksakan (puitis dan bersajak) dalam berbicara.”[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/6062]

Wahai laki-laki, Allah membenci laki-laki yang terlalu “sok puitis” dan terlalu “memaksakan bersajak “setiap berkata.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْبَلِيْغَ مِنَ الرِّجَالِ، الَّذِيْ يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَقَرَةُ.
“Sesungguhnya Allah membenci laki-laki yang berbicara berlebih-lebihan yang memutar-mutar lisannya (untuk menampakkan kefasihannya) sebagaimana sapi yang memutar-mutar lisannya.” [HR. Abu Dawud, diShahih oleh syaikh Al-Albani]
Pelajaran bagi para wanita jangan terlalu terbuai dengan kata-kata indah laki-laki, apalagi hanya di dunia maya, keshalihahnya belum tentu nyata. Beberapa kasus kita temui wanita terperdaya oleh lakikeshalihan-laki semu di dunia maya. Tertipu ketika sudah menikah ternyata mendapatkan tidak seperti yang menjadi mimpi indahnya.
# karenanya wanita harus izin wali untuk menikah
Hikmah wanita harus nikah dengan wali adalah mereka para wanita bisa tertutup hati dan akalnya jika sudah terkena sihir laki-laki ini, mereka lupa latar belakang buruk atau keperibadian jelek laki-laki tersebut walaupun sudah dinasehati.
Sudah banyak cerita wanita yang sangat negebet nikah denga laki-laki yang jelek akhlak dan agamanya, wanita tersebut sudah dikasi nasehat, sudah diberikan peringatan bahkan agak keras, tetapi masih kukuh ingin dinikahi laki-laki yang sudah menyihirnya dengan cinta dan kata-kata semu.
Karenanya wanita menikah harus seizin walinya laki-laki yang lebih tenang dan cermat dalam memilih. Bapakanya bisa menilai siapa si laki-laki tersebut dan bisa melindungi putrinya.
Bahkan pernikahan tidak sah tanpa wali.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا، فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ.
“Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.” [HR. Abu Dawud, shahih]
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ
“Tidak sah nikah melainkan dengan wali.”[HR. Abu Dawud, shahih dan Tirmidzi]
Sekali lagi, wanita agar berhati-hati. Semoga wanita kaum muslimin mendapatkan suami yang shalih dan berakhlak mulia.
Demikian semoga bermanfaat
==========================
@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Terlanjur Mencintai Tetapi Belum Mampu Menikahi

# Terlanjur Mencintai Tetapi Belum Mampu Menikahi
Laki-laki dan wanita yang telah saling mencintai tetapi belum mampu menikahi
Ikhwan A: Ustadz, inilah waktu yang ana tunggu-tunggu. Akhirnya ana lulus kuliah dan ana sudah mendapat SIM [Surat Izin Menikah] dari ortu. Hanya saja ustadz, ana sudah terlanjur jatuh hati dengan seorang akhwat aktifis di kampus. Dia cantik dan putih, IPK-nya cumlaude, gesit dan sering jadi tokoh penting kegiatan-kegiatan di kampus. Akan tetapi yang buat ana agak gusar, dia sama ana berbeda manhaj dalam beragama ustadz. Inilah yang membuat ana seminggu ini tidak nyeyak tidur.
Ustadz: memangnya antum yakin dia mau sama antum?
Ikhwan A: ana cukup yakin ustadz, dia sering tanya-tanya permasalahan agama ke ana. Awalnya ana menjawabnya dengan memberi buku dan menitipkan lewat temannya. Tapi karena dia terlalu sering bertanya, ana jawab langsung aja SMS-nya. Trus dia sering minta nasehat dan lama-lama dia sering curhat ke ana. Ana heran kenapa kok ana terus yang dia hubungi. Nah dari sini ana mengambil kesimpulan bahwa ia sejatinya sedang menunggu ana ustadz.
Ustadz: terus, antum sekarang mau “maju” sama dia?
Ikhwan A: nah itu dia ustadz permasalahannya, rencana ana, ana pengen “maju” sama dia, memang kita berbeda manhaj dan ana yakin dengan manhaj ana yang sekarang, akhwat itu memang perlu didakwahi karena manhajnya kurang tepat. Rencana ana akhwat itu, “dibini” dulu baru dibina ustadz. Nanti ana yang ngajak dia “ngaji” dakwah manhaj salafiyah.
Ustadz: afwan, ana ingin menasehati antum. Ana lihat antum masih kurang “ngaji”-nya. Antum ana lihat belum kokoh ilmunya. Ana sarankan antum mencari akhwat yang sudah “ngaji” saja. Supaya antum tidak capek mendidik lagi, belum lagi kesibukan sebagai kepala rumah tangga nanti. Rencana antum “dibini” dulu baru dibina, bisa-bisa jadi “dibini” kemudian dibina-sakan. Atau antum yang dibina-sakan. Malah antum yang terbawa manhaj akhwat tersebut. Antum cari akhwat yang sudah “ngaji” saja. Barakallahu fikum
Fulanah: yaa ukhti, tolong ruqyah ana, banyak jin dan setan cinta dalam tubuh ana. Yaa ukhti apa anti tahu amalan atau doa yang bisa menghapuskan ingatan dan memori?
Akhwat A: kenapa ukhti, anti kok grasak-grusuk gelisah sekali?
Fulanah: entah dari mana ana harus memulai kisah ini, ana juga tidak habis pikir, kenapa dan kenapa bayangan wajah laki-laki itu selalu menari-nari di pelataran alam khayal ana. Mengapa namanya yang selalu tereja di lisan dan pikiran ana. Bagaimana bisa pikiran ini bergerumuh setiap kali melihat hadiah-hadiah pemberian yang ia beri. Dan kenapa dunia ini serasa gersang jika tidak ada siraman kabar dari dia. Dan dimanakah keimanan ini? ana akui ya ukhti, ana jatuh cinta dengannya. Salahkah seorang wanita yang sangat haus kasih sayang dan manja ini jatuh cinta?
Akhwat A: aduh, anti apa-apaan sih, curhat aja pakai bahasa puitis kayak gini, keseringan buat puisi ya? Atau sudah terlalu penuh “beban” di dada ukhti? Sekarang jelaskan, jatuh cinta sama ikhwan? Ya tinggal bilang aja, tantang dia jika emang jantan, atau anti tawarkan diri anti aja.
Fulanah: nah, itu dia ukhti, ini laki-laki bukan sembarang laki-laki, dia pemain band terkenal. Sering manggung di kampus-kampus. Orang so pasti keren, ganteng pula, jadi idola cewek-cewek di kampus. Dia itu sibuk-sibuk manggung tapi asisten dosen lho.
Akhwat A: astaghfirullah ukhti, anti kok kagum sama yang seperti itu, gimana kok bisa jatuh cinta kesem-sem sama dia?
Fulanah: kami dulunya satu kelompok praktikum. Awalnya ana bisa menjaga diri dari para laki-laki. Tapi yang satu ini sepertinya terus-terus berusaha mendekati ana. Dia sering sms, kasih hadiah, malah dia katanya mau main-main ke rumah ana. Jelas ana tolak mentah-mentah. Tapi lama kelamaan, kata-kata manis dan pengorbanannya membuat hati ana meleleh. Sekuat-kuat iman wanita, hati ana lemah, akhirnya luluh juga. Ana tidak kuasa menolak sms pertanyaan tentang agama ke ana, ana juga tidak kuasa menolak hadiah yang setiap satu minggu sekali dikirim ke rumah ana via pos. Dia bilang, ana satu-satunya tempat jangkar, agar perahunya menepi. Dia bilang juga ana berbeda dengan wanita-wanita lain, yang gampang dia dapatkan. Dia sangat penasaran dengan ana. Kok baru kali ini ada wanita yang sukar sekali luluh dengan dia. Dia bilang, ana wanita yang spesial. Dia juga mengikrarkan bahwa, akan menempuh segala cara agar ana memberikan tangan sebelah lagi sehingga cinta bisa bertepuk. Ana sadar ini racun , tetapi kenapa ana masih ingin mengisapnya sampai habis ya? Ana sadar dia kurang baik buat akhirat ana, tetapi kenapa hati ini selalu bertumpu padanya?
Akhwat A: wah, susah juga kasus anti, masalah hati masalah yang berat, kita tanya ustadzah aja. Anti juga sudah kalang-kabut kayak gini, pake minta ruqyah segala lagi, padahal anti sudah tahu tidak dianjurkan dalam agama.
Panah cinta melesat sebelum busurnya ditarik
Demikianlah cinta asmara, dia kebanyakan berbuah sebelum waktu panennya. Dia bukan mendahului takdirnya, akan tetapi lingkungan dan perubahan zamanlah yang membuat seperti ini. Mudahnya laki-laki dan wanita bercampu-baur. Gampangnya mereka bertemu dan bertatap muka. Sehingga tabiat dan jiwa manusia yang butuh akan perhatian lawan jenis dan hakikat manusia yang mudah tertarik dengan lawan jenis, ditambah lagi hati manusia yang lemah akan cinta. Ini semua membuat panah cinta melesat sebelum busurnya ditarik.
Okelah, jika sudah tiba saatnya, maka tidak mengapa. Bisa segera ia halalkan. Akan tetapi terkadang waktu halalnya tidak sepanjang galah. Ia masih panjang, sepanjang hulu yang ingin mencapai hilirnya. Jangan salahkan syariat yang seolah-olah mengurung hati yang sudah jatuh cinta itu dalam periuk yang tertelungkup dan kemudian terkekang terbelenggu. Akan tetapi salahkanlah manusianya yang memang sudah jauh dari ajaran Islam dan hampir mendekati kiamat. Syariat sudah mengultimatum agar laki-laki tidak sebegitu mudah bersua dengan wanita, dan begitu juga wanita agar tidak bermudah-mudah berinteraksi dengan laki-laki dalam hal yang tidak perlu.
Inilah akibatnya jika manusia kebanyakan tidak peduli, panah cinta asmara melesat dan menghujam di hati manusia. Bagi yang tidak mengindahkan seruan syariat, maka ia berbahagia sejadi-jadinya. Sangat menikmati panah cinta yang menembus dadanya. Padahal panah itu sejatinya menimbulkan luka, ia sadar benar merasakan perihnya, perihnya rindu jika tidak tersalurkan. Akan tetapi racun khamer asmara di ujung panah membuatnya mabuk dan tidak sadar bahwa ia sedang kecanduan dan tinggal menunggu overdosis sehingga berakhirlah petualangannya dalam bungkusan syirik cinta yang memenjarakan dan membalut erat hati kecil keimanannya.
Bagi yang peduli terhadap agama yang mulia ini. Maka panah cinta ini adalah siksaan, dia tahu bahwa ini adalah luka yang segera harus disembuhkan. Akan tetapi tidak mudah mencabut panah cinta seperti ini, karena panah cinta kebanyakan mempunyai kait-kait di ujungnya. Jika ditarik paksa maka akan merobek dan mengoyak daging sehingga luka semakin besar dan parah. Akan tetapi jika dibiarkan, maka racun khamer asmara akan segera menyebar dan menjalar melalui darah dan kemudian bersemayam kuat di otak pikiran, karena racun itu tahu otak adalah raja kerajaan tubuhnya. Apalagi dibantu oleh setan yang berjalan dalam aliran darah manusia. Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّم
“Sesungguhnya setan berjalan/mengalir dalam tubuh manusia melalui peredaran darah“.[HR. Al Bukhari no. 6219 dan Muslim no. 2175]
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hasits ini,
قال القاضي وغيره قيل هو على ظاهره وأن الله تعالى جعل له قوة
وقدرة على الجري في باطن الإنسان مجاري دمه وقيل هو على الاستعارة
لكثرة اغوائه ووسوسته فكانه لايفارق الانسان كما لايفارقه دمه
وقيل يلقي وسوسته في مسام لطيفة من البدن فتصل الوسوسة إلى القلب والله أعلم
“Al-Qhodi dan yang lain berkata, “ dikatakan [pendapat terkuat] bahwa Allah menjadikan baginya [setan] kekuatan dan kemampuan untuk berjalan/mengalir dalam batin manusia melalui peredaran darah. Dan dikatakan juga [pendapat lain] bahwa ini adalah metafora/perumpamaan karena seringnya menyesatkan dan memberikan was-was. Sehingga ia tidak berpisah dengan manusia sebagaimana darah tidak berpisah dengannya. Dan dikatakan [pendapat lain] bahwa setan memberikan was-was melalui pori-pori kulit yang halus di badan kemudian menuju ke hati. Wallahu a’lam”.” [Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj 14/157,Dar Ihya’ut Turots, Beirut, cet. Ke-2, 1392 H, Asy-Syamilah]
-Tentukan jalan jika jatuh cinta, antara 2-H: Halal (yang sah) atau Hilang (dari pikiran)-
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com