Minggu, 03 Januari 2016

* Nasehat untuk yang dilanda mabuk Cinta *
Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى.
CINTA YANG HARAM SEPERTI AIR ASIN, BERAPAPUN BANYAK ENGKAU MEMINUMNYA, TIADA DAPAT MELEPASKAN DAHAGAMU, BAHKAN IA MENAMBAHMU RASA HAUS/KERING SEMAKIN MENJADI
Obat kasmaran adalah menikahinya. Bila tak mampu maka berpuasa..
Bila ia tidak mungkin engkau raih dalam waktu dekat sekali maka tinggalkanlah..
Karena berlarut larut didalamnya akan merusak hatimu seperti air garam yang engkau minum tak dapat mengobati tenggorokanmu yang kering.
Engkau akan dilanda sakit dan sakit yang mengerogoti akhiratmu..
Disaat sholatmu engkau ingat dia..
Diwaktu tidurmu engkau ingat dia..
Diwaktu dzikirmu engkau ingat dia..
Di waktu belajarmu engkau ingat dia..
Bagi para pelajar akan berkurang prestasimu..karena engkau selalu kehausan yang tak bertepi dilautan asmara haram..
Ia asmara yang belum saatnya..
Renungkanlah..
Semoga hatimu suci dari kecintaan yang haram kepada makhluq karena ia akan menggeser kecintaan kepada Allah ta’ala
sisa dari kebodohan masa muda itu penyesalan | karenanya cerdas itu berarti berpikir masa depan
bukannya tidak tergoda oleh kenikmatan yang sekarang | tapi menyimpan untuk hari nanti yang pasti dijelang
maka menunggu itu adalah bagian dari keahlian | karena sulit tundukkan nafsu dengan kesabaran
bagaikan memetik buah yang belum lagi masak | manisnya baru setengah masamnya buat tersedak
pohon yang mengetahui matangnya lalu melepasnya | walinya yang ketahui mampunya lalu menikahkannya
ranumnya wanita semisal buah yang bertumbuh | sedikit saja goresan maka citarasanya jadi tak utuh
petani yang baik tak menyentuh buahnya namun suburkan pohonnya | lelaki yang baik tidak merusak putrinya namun datangi walinya
karena hidup ini hanya menunggu waktunya dan berat rasanya | namun lebih berat lagi bagi yang tak sabar lalu berbuat nista
mau belum tentu mampu | mampu belum tentu mau
maka biarlah aku sejenak menyempurnakan bacaan syahadatku | sampai tiba masanya aku dapat melafalkan akad kepadamu.
#Ustadz Felix Y. Siauw